Not Indonesian? Translate This Page to Your Language!

Friday, 5 July 2013

Picture from : Antarasumut.Com
Sering kali kita mendengar opini tentang motor adalah penyebab utama kemacetan.Opini tersebut pada umumnya berasal dari nara sumber yang kesehariannya tidak menggunakan motor sebagai alat transportasinya, baik pengguna mobil ataupun pengguna alat transportasi umum.Mereka berfikir dan berpendapat seperti itu dikarenakan jumlah pengendara motor di indonesia sungguh tergolong fantastis banyaknya jika dibandingkan dengan negara lain. Namun pilihan masyarakat indonesia menggunakan motor sebagai alat transportasi bukanlah melulu karena mereka suka atau menikmati berkendara dengan motor, akan tetapi faktor tingkat perekonomian masyarakat indonesia yang rendah juga didukung kurang perdulinya pemerintah dengan fasilitas transportasi umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi.Lihat negara lain, contoh saja jepang, disana sarana transportasi umum sangat lengkap dan nyaman, sehingga masyarakat jepang pun merasa sarana transportasi umum mereka cukup memenuhi kebutuhannya.

Namun, saya pribadi kurang setuju dengan pendapat bahwa motor adalah biang kerok kemacetan di Indonesia. Kenapa? Karena dimensi motor jauh lebih kecil dibandingkan dengan dimensi mobil!

1. DIMENSI

Kita ambil contoh motor yang saat ini banyak beredar dimasyarakat dibanding mobil yang paling banyak beredar. Misalkan saja kita ambil sampling Honda Beat VS Toyota Avanza. Berikut perbandingannya :

Dimensi Honda Beat (selanjutnya kita sebut motor) :

P : 1.85M
L : 0.67M
Luas ( P x L ) : 1.23M persegi


Dimensi Toyota Avanza (selanjutnya kita sebut mobil):

P : 4.12M
L : 1.63M
Luas ( P x L ) : 6.71M persegi

Maka Perbandingan Motor vs Mobil = 1 : 5.5

Dari perbandingan diatas dapat kita simpulkan bahwa luas area jalan yang dibutuhkan oleh 1 unit mobil sama dengan luas area yang dibutuhkan oleh 5 motor! Belum lagi kita bandingkan dengan mobil besar? wah bisa 1 banding berapa tuh? Lalu Bus? Truck? Wow... Bisa anda perkirakan sendiri.

Dari sampling dimensi diatas kita sudah dapat 1 poin untuk melawan opini motor adalah penyebab kemacetan. Tapi tidak cukup dengan perbandingan itu saja. Selanjutnya kita akan bicara Logika!


 


2. LOGIKA

Tidak muluk-muluk, kita hanya akan menggunakan logika sederhana saja. Kita ambil kasus Memasukan PASIR kedalam botol VS memasukan KERIKIL kedalam botol. Tentu anda sudah mengerti maksudnya bukan? Disini PASIR bertindak sebagai Motor dan KERIKIL bertindak sebagai Mobil. Adil dan masuk akal bukan? Lalu CORONG kita ibaratkan sebagai jalan untuk pasir dan kerikil tersebut masuk kedalam botol. Lalu coba kita masukan Pasir dan Kerikil dengan volume yang sama, misalkan sama-sama 1 gelas. Tentu kita dapat ambil kesimpulan bahwa PASIR yang memiliki volume sama dengan KERIKIL akan jauh lebih cepat melewati CORONG untuk masuk kedalam BOTOL. Setuju? Jika tidak silahkan dicoba sendiri saja ya. :D

KESIMPULAN

Jumlah motor yang sangat banyak dijalanan Indonesia bukan satu-satunya faktor yang bisa dikambing hitam kan sebagai penyebab kemacetan (sangat sering saya dengar dari ucapan para pengguna mobil). Toh di Indonesia sangat banyak sekali mobil-mobil yang hanya berisi segelintir orang saja ( Wah! 1 Orang makan jatah 5 orang donk :D ). Kalau dijepang mobil tidak boleh berisi dengan 1 orang saja, kalo hanya 1 orang maka ditilang! Tidak juga menyalahkan pengendara mobil sebagai biang kerok kemacetan. Namun alangkah lebih bijak nya jika sesama pengendara saling menghargai dan tidak saling menyalahkan. Lha wong jalan milik umum dan sama-sama bayar pajak, jadi haknya sama donk?

Saya lebih setuju dengan pendapat Patrick Star! Lebih bijak dan gimana gitu! :D

Picture from : memegenerator.net


Demikian Opini Otomotif saya tentang pendapat yang beranggapan : MOTOR PENYEBAB KEMACETAN. Semoga berguna. 




Reactions:

2 comments:

  1. kapan negara kita
    tidak memperoduksi roda dua
    gx bakalan macet seperty itu .
    janagn lupa kunjung balik

    ReplyDelete

Silahkan Dikomentari Bro/Sis!